BAMG on LinkedIn

Baitul Amin Media Group on LinkedIn
Profil BAMG‎ > ‎

Tentang SBA


Masyarakat Melayu pada umumnya tidak asing dengan surau sebagai salah satu rumah ibadah umat Islam selain masjid dan musholla. Orang Jawa Tengah dan Jawa Timur menyebutnya langgar. Biasanya dibangun oleh seorang guru mengaji tempat anak-anak sekitar belajar membaca Al Qur’an, menghafal ayat-ayat pendek, belajar shalat, berlatih adzan, mendengar kisah teladan para nabi, dan lain sebagainya. Letak surau atau langgar biasanya di halaman atau pekarangan rumah sang guru.

Di bilangan Sawangan, Depok, Jawa Barat terdapat sebuah kompleks seluas ±50.000 m2. Di dalamnya terdapat beberapa bangunan besar yang oleh masyarakat setempat dan oleh jamaah yang datang disebut surau. Itulah Surau Baitul Amin (SBA).

Setiap Senin dan Kamis malam ratusan orang dari seputar Jabodetabek mendatangi tempat ini untuk mengaji, belajar dzikrullah, shalat isya berjamaah dan wirid bersama. Pada saat itikaf, SBA juga juga dihadiri oleh jamaah domestik dan mancanegara.

Meskipun secara fisik SBA jauh berbeda dengan surau-surau kecil di pedesaan, namun prinsipnya sama. Bangunan ini didirikan oleh seorang guru untuk murid- muridnya menimba ilmu agama.

Surau ini merupakan salah satu surau dari ratusan tempat wirid yang didirikan oleh Prof. Dr. H. Kadirun Yahya yang selanjutnya dikelola oleh sebuah yayasan dengan nama beliau. Yayasan Prof. DR. H. Kadirun Yahya (YPDKY) menaungi lebih dari 600 surau dan tempat wirid yang tersebar di seluruh Indonesia. Selain itu juga terdapat 14 tempat wirid di Malaysia dan 1 tempat wirid di Maryland, Washington DC, Amerika Serikat. Surau-surau ini merupakan wadah bagi jamaahnya dalam memperdalam ilmu tasawuf dengan metode Thariqat Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah.

YPDKY juga membawahi beberapa institusi pendidikan dan sosial. Salah satu institusi yang dikelola yayasan tersebut dan cukup dikenal secara nasional adalah Universitas Pembangunan Panca Budi yang berlokasi di Medan, Sumatera Utara.

Walaupun berada di bawah yayasan nasional, setiap surau dikelola secara mandiri. Pengelolaan surau dilakukan oleh para murid yang disebut Anshor. SBA sendiri dikelola oleh lebih dari 50 Anshor dengan berbagai latar belakang pendidikan dan keahlian. Selain mengelola, para Anshor tersebut menetap di surau untuk memperdalam keahlian berbagai ilmu terapan praktis seperti manajemen, pemasaran, event management, teknologi informasi, perbengkelan, pertukangan dan lain-lain. Karena itulah Surau Baitul Amin juga disebut Kampus Baitul Amin.

 
Dari kiri ke kanan: Rektor Universitas Pembangunan Panca Budi, M. Isa Indrawan, SH, MM; Rektor STT Multimedia Cendikia Abditama, DR. A. Qadri Ramadhani, SH, MM; Ro'is A'am Jami'iyyah Ahlith Thariqah Al Mu'tabarah An-Nahdliyah (JATMAN), Syeikh KH. Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya; Guru Besar STAIN Bengkulu, Prof. DR. KH. Djamaan Nur dalam acara Tabligh Akbar dan Festival Marawis dengan tema Bersama Menuju Muslim Kaffah. Acara akbar ini adalah salah satu kegiatan yang diselenggarakan oleh SBA pada Nopember 2008.
Untuk mewujudkan cita-cita mulia Sang Guru yakni terciptanya Masyarakat Madaniah yang bercirikan akhlakul karimah, di surau ini juga diselenggarakan berbagai kegiatan untuk pengembangan sumber daya manusia. Kegiatan yang diselenggarakan diantaranya adalah Sufi Thinking untuk jamaah dewasa, Pesantren Kilat untuk remaja dan anak-anak, Forum Diskusi untuk umum, Family Gathering, Islamic Business Leadership, dan banyak lagi lainnya. Pendek kata, sebagaimana fungsi surau pada zaman dulu kala, di dalam surau yang modern sekarang inipun, di bawah bimbingan Sang Guru, para murid belajar agama Islam secara utuh alias kaffah.

Berbagai kegiatan yang disebutkan di atas difasilitasi oleh kepanitiaan yang disebut dengan Federasi Fasilitator Sawangan (FIFAS). Fasilitasi pelatihan dilakukan oleh FIFAS mulai dari pengonsepan, perencanaan hingga eksekusi.

Pada saat penyelenggaraan kegiatan yang dihadiri oleh ratusan jamaah, tanggung jawab pengelolaan suraupun semakin besar. Di saat seperti ini Anshor dibantu oleh kepanitiaan yang disebut Ashor-Guardian atau disingkat As-Guard. Para aktifis yang masuk dalam As-Guard ini berfungsi sebagai ekstensifikasi kapasitas Anshor dalam pengelolaan surau.

Baitul Amin Media Group (BAMG) sendiri merupakan sebuah kepanitiaan yang digerakkan oleh para jamaah yang aktif dalam As-Guard dan FIFAS. Kepanitiaan ini merupakan ektensifikasi Anshor dalam kegiatan kehumasan dan komunikasi media dengan menyuarakan nilai-nilai kebaikan Islam yang merupakan bentuk ubudiyah bil kalaam. [BM/MFH]

Sumber:
  • www.baitulamin.org
  • dokumentasi